Breaking News

Salah Kaprah Panaskan Sepeda Motor



Pemilik sepeda motor seringkali memanaskan tunggangannya di pagi hari sebelum beraktivitas. Motor tidak dipedulikan menyala seraya pemiliknya bersiap, misalnyamemakai sepatu atau sarapan.

Sayangnya, kebiasaan tersebut ternyata tidak tepat. Memanaskan motor dalam masa-masa tertentu dan didiamkan ialah hal yang mubazir. Hal ini diungkapkan oleh Izas Ismail, Sevice Advisor Mitra Jaya Depok, dealer sah Honda.

"Itu mubazir. Soalnya, kalau melulu dipanaskan (stationer), aliran oli tidak maksimal melumasi bagian-bagian mesin yang sedang di posisi atas berapa juga waktu pemanasannya," ujar Izas.

Izas mengatakan teknik yang tepat supaya oli terdistribusi secara menyeluruhialah dengan teknik membetot gas. "Jadi ketika mesin dinyalakan, tersebut digas saja hingga rpm 3.000. Di samping itu, nyalakan pun lampu jauh sebab saattersebut mesin bekerja maksimal," ujarnya.

Jika dipercayai selama ini memanaskan mesin butuh waktu 5 sampai 10 menit, maka dengan teknik ini tidak butuh waktu lama. "Jadi poinnya bukan dipanaskan atau tidak, namun digas apa tidak. Satu menit telah cukup," ujarnya.

Jangan Isi Radiator Mobil Bekas dengan Coolant

Pasti kita bertanya-tanya kenapa dilarang keras memakai coolant pada radiator mobil yang tak lagi baru atau seken? Padahal, bukankah cairan tersebut memilikikeunggulan ketimbang air biasa?

Memang, radiator coolant memiliki pelbagai manfaat. Tapi, dianjurkan cairan inidipakai pada mobil baru saja. Bagi mobil bekas, terdapat baiknya mengerjakan pemeriksaan radiator terlebih dahulu. Ya, bila empunya sebelumnya rajin memakai coolant, maka tak butuh ragu guna mengguankan cairan yang sama. Tapi bila tidak, tidak boleh dilakukan.

Pasalnya, radiator yang memakai air menyebabkan jalur air di kepala silindersampai blok mesin berkarat. Praktis, pemakaian coolant yang lazimnya mempunyai senyawa kimia anti rust dapat menciptakan seluruh karat rontok dan memunculkan masalah baru.

"Memakai coolant akan menciptakan karat-karat rontok, sehingga dapat membuat lubang antara jalur air dengan jalur oli," papar Yusuf Ali, mekanik Praju Motor. Akibatnya, kata Yusuf, air dan oli bakal tercampur pada mesin mobil. Lebih lanjut, tanda oli dan air bercampur pada mesin dapat terlihat saat memeriksa dipstick oli. Saat diseka dengan lap bersih (berwarna putih) bakal terlihat warna laksana kopi susu.

Bila situasi ini terjadi, mobil bekas yang sedianya dibeli guna menunjang mobilitas malah membuat kantung jebol. Sebab, Anda butuh merogoh kocek dalam untuk mengerjakan overhaul atau sangat tidak menghabiskan mesin. Dalam permasalahan ekstrim, masalah ini menciptakan pemilik kendaraan mestidibebankan guna mengubah kepala silinder.

No comments